Tips Dasar IELTS untuk Beasiswa

Dewasa ini, tuntutan untuk bisa bahasa Inggris tidak main-main karena kita sedang hidup di era global. Dulu kita sudah cukup puas untuk bisa belajar di kota tetapi lain dengan sekarang. Rasanya, jika hanya kuliah di dalam negeri saja itu tidak cukup. Kita selalu ingin lebih dengan terbukanya banyak peluang untuk ke negeri manapun itu. Jika kita tidak ada biaya, masih banyak tersedia beasiswa-beasiswa ke luar negeri baik itu berasal dari beasiswa pemerintah kita sendiri maupun pemerintah luar negeri.

Baik menggunakan beasiswa atau bayar sendiri, pada saat pendaftaran tentu akan disyaratkan sertifikat kompetensi bahasa Inggris kita. Bukan TOEC atau TOEFL PBT, tetapi IELTS atau TOEFL IBT yang dibutuhkan. Hanya ada beberapa negara saja yang masih memakai TOEFL PBT tetapi sangat sedikit dan itu negara yang tidak berbahasa Inggris seperti Turki. Jadi, amannya kita pakai IELTS yang sudah pasti dipakai di semua kampus di dunia ini karena kalau IBT, sebagian besar kampus Inggris tidak memakainya lagi.

Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi sedikit tips dasar untuk mengikuti ujian IELTS.

1. Kenali IELTS

Mengenali bagaimana soal-soal IELTS itu seperti kita mengenali medan perang. Strategi apapun tidak akan berjalan dengan baik jika kita tidak tahu seperti apa keadaan yang sebenarnya di lapangan. Dalam ujian tersebut terdapat 4 bagian yang masing-masing bagiannya harus anda kuasai untuk mendapatkan skor yang anda incar karena skor IELTS merupakan skor rata-rata tiap sesi.

Jika anda lemah di writing, anda harus memaksimalkan skor-skor lainnya agar dapat mendongkrak skor secara keseluruhan. Alangkah baiknya jika skor untuk semua sesi minimal sesuai standar yang diminta penyeleksi beasiswa karena terkadang beasiswa tertentu mensyaratkan bukan hanya mencapai skor keseluruhan tetapi juga masing-masing sesi. Jadi, tidak boleh ada satu sesi pun yang di bawah standar.

Untuk memaksimalkan tiap sesinya, anda bisa mengatur waktu dalam sehari. Buatlah jadwal yang mengatur belajar anda apakah belajar listening jam 9 pagi, speaking jam 12 siang dan sebagainya. Semua itu terserah anda asalkan dalam satu hari 4 sesi IELTS tersebut anda pelajari. Jika anda memiliki kelemahan di sesi tertentu misal writing tetapi unggul dalam listening, anda dapat memberikan porsi lebih terhadap writing.

2. Manajemen Belajar

Manajemen Belajar

Karena IELTS dipecah menjadi 4 sesi, ini akan semakin mudah dalam alokasi belajar anda. Yang anda pelajari yaitu masing masing dari bagian dari sesinya. Karena masing-masing sesi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda, anda memerlukan manajemen yang tepat dalam mempelajari masing-masing. Untuk listening dan reading, ini relatif mudah karena anda bisa berlatih sendiri. Anda dapat memanfaatkan e-book yang bisa didapatkan dengan cara membeli atau mendownloadnya secara gratis. E-book yang anda gunakan setidaknya harus dilengkapi dengan dukungan file audio beserta kunci jawaban. Dengan adanya kelengkapan tersebut belajar akan jauh lebih mudah.

Yang sedikit susah itu sesi speaking dan writing. Pada sesi ini anda tidak dapat akan menjumpai kunci jawaban sehingga anda tidak tahu skor anda berapa dan salah anda dimana. Untuk berlatih writing, yang terpenting ialah berlating menulis di bawah tekanan waktu karena waktu yang diberikan sangat terbatas. Jadi, berlatihlah untuk menyelesaikan tulisan berdasarkan durasi waktu yang ada.

Adapun untuk berlatih speakingnya, anda dapat meminta bantuan teman anda untuk mewawancarai anda berdasarkan pertanyaan-pertanyaan di buku IELTS. Jangan lupa juga untuk merekam suara anda apakah pronunciation anda sudah jelas dan benar. Di samping itu pertimbangkan juga berbicara yang efektif tetapi berbobot di bawah tekanan waktu.

@Featured Image by kursusbahasaasing com_ _@Image in post by Pixabay with Creative Commons License_